Marketing Ekonomi Indonesia

MARKETING PEREKONOMIAN INDONESIA

Perekonomian terombang – ambing setelah krisis yang dimulai Lehman Brohers dimulai .berturut- turut perbankan dunia mulai terseret dalam arus menurunnya perekonomian global.Indek saham di bebebrapa Negara turun ,kurs mata uang yang berpatokan dengan dolar Amerika ikut – ikutan menukik tajam ke titik – titik yang tidak pernah terbayangkan oleh para pelaku perbankan atau para pemain di pasar financial.

Hal ini pun berimbas di Indonesia ,harga – harga dikabarkan naik,sebagai contoh,penulis sempat binggung apakah harga pulsa eceran naik karena imbas perekonomian global yang dianggap mengkhawatirkan atau karena moment lebaran ? Semoga saja hanya karena moment lebaran saja.

Tapi tentunya tidak hanya itu saja masalah yang menimpa Indonesia,arus kredit macet yang menjadi penyebab krisi ekonomi global berkaitan dengan penanaman investasi yang diharapkan datang dari pihak luar bagi Indonesia.Pihak Amerika sudah bersiap menalangi dengen penyaluran dana USD 700 miliar dengen menandatagani UU Bailout.Langkah – langkah yang sama diambil oleh ebberapa Negara Eropa yang terkena imbas krisis ini ,Bank sentra Inggris menawarkan USD 40 miliar kepada institusi perbankan yang terkana imbas krisis,Jerman menyepakati hal dengen perbankan berupa bantuan Hypo Real Estate senilai USD 68 miliar.Bagaimana dengan Indonesia.Langkah – langkah yang ditempuh pemerintah pun akhirnya ikut gagal setelah pertama kali dalam sejarah perekonomian Indonesia BEI ( bursa efek Indonesia ) ditutup pada hari rabu kemaren jam 11 akibat anjloknya harga indeks saham gabungan .

Lankah BEI memang mendapatkan dukungan dari kalangan pemerintah termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau pun BI .Apa yang coba diterapkan pemerintah ternyata adalah mencoba membangun daya saing dan diversifikasi ekspor.Sekarang Indonesia tidak lagi bergantung pada investasi modal asing tapi bagaimana memasarkan produknya sendiri agar mampu menghasilkan keuntungan dan meredam gejolak ekonomi global yang dikabarkan IMF akan terjadi selama 6 bulan yang akan datang.Program “ Buy back” diusung untuk menyelamatkan kondisi perbaikan saham di BEI .Tapi beberapa kritikan datang dengan pola buy back karena dapat menguntungkan pihak asing dan malah justru menyelamatkan mereka dari ,bukanya menyelamatkan Indonesia

Disnilah marketing perekonomian Indonesia harus berpikir kreatif ,mereka harus menjual barang atau jasanya ke luar negri.sektor industri tentunya tetap untuk menjadi perhatian tapi apakah para pihak asing mau menanamkan modal mereka agar barang – barang produksi Indonesia tetap bisa berjalan untuk diekspor lagi ke luar negri , mengingat mereka pun sulit untuk mendapatkan modal akibat kredit macet.Jasa adalah salah satu cahaya terang yang bisa dilakukan bagi kita semua ,sector pariwisata dengen program visit Indonesia 2008 harus dikebut utnuk mendapatkan target yang diinginkan pemerintah.Keramahan bangsa ini kembali diuji untuk memungkinkan semuanya berjalan dengen baik,tidak ada lagi tingkat kerusuhan ,kondisi politik yang stabil akan memungkinkan para turis berdatangan dan menikmati Indonesia tanpa harus memikirkan mahalnya harga untuk berlibur di Indonesia akibat krisis ekonomi global ini.Jika semuanya itu terjadi iklim investasi pun akan membaik ,proses marketing yang tersalur lewat word of mouth .Semuanya itu bisa dilakuakan atas kerja sama semua pihak ,bukan hanya pihak pemerintah atau swsata yang bersangkutan.Ekspor – ekspor kerajinan yang tersalur lewat ukm – ukm di Indonesia akan mengalir dengan baik,setidaknya program diversifikasi ekspor yang coba dicanangkan pemerintah mampu menekan krisis yang ikut menimpa perkeonomian Indonesia.

Usulan agar BUMN membantu sector dalam negri tanpa harus melakukan buy back yang dapat menguntungkan pihak asing pun pantas dicermati ,disni peran BUMN untuk membantu segala sector industri barang atau jasa bisa langsung terasa.kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahnya sendiri akan terjalin dengan baik,marketing communication service antara pemerintah dan masyarakat dapat berjalan dengan baik.Tapi jika pemerintah tetap bersikukuh dengen buy back yang dapat menyelamatkan pihak asing pun sebenarnya tentnu beralasan.Pemerintah ingin pihak asing dapat percaya dan saling memberikan hubungan timbal balik agar iklim investasi dapat mengalir dengan baik.Meskipun kritikan tajam akan datang pemerintah tetap punya program marketing communication yang bagus salah satunya adalah dengan membuat komunikasi yang bagus terhadap masyarakat ,menjelaskan apa dan bagaimana ,mungkin kita masih teringat bagaimana kritikan tajam datang lewat demonstrai besar – besaran sewaktu harga kenaikan bbm ,tapi pemerintah punya program marketing mix denga meluncurkan iklan yang menjelaskan kenapa terjadi harga kenaikan bbm lewat para menteri mereka yang bersangkutan.

Tapi bagaimana cara menekan agar efek perekonomian global bukan hanya tanggung jawab pihak tertentu saja .Kita bersama – sama melakukanya,dengan cara kreatif untuk “ menjual produk bangsa” ini.Entah itu di sektor industri,sector rill atau pa sektor yang lainnya,yang pasti tentunya memilki harmonisasi yang mampu membantu kita keluar dari krisis ekonomi global.

2 tanggapan untuk “Marketing Ekonomi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s