review film : the bucket list

Awalnya gw gak tahu kalau ternyata dalam flash disk gw ada kumpulan banyak folder .Awalnya Cuma setumpuk tulisan portofolio gw yang emang selalu gw siapin dalam flashdisk .Tapi malam itu seorang teman menyempilkan sebuah film “the bucket list”.

Intinya Malam sebelum nonton film itu gw sempat bertukara pikiran dengan Jon seorang teman yang punya obsesi dan keinginan buat jadi seorang trainee.Well Jon merasa belum menemukan keseimbangan dalam hal ini,dan akhirnya gw tahu apa yang harus dilakukan buat Jon dan juga buat gw mungkin.Jon merasa belum mengekspresikan “ ini gw” dalam sebuah kesempatan menjadi seorang trainee.Hal yang sama yang mungkin pernah dirasakan oleh semua orang ketika mereka harus berhadapan dengan banyak situasi yang membuat dalam hati mereka berkata “ ini bukan gw”.

Gw sekarang adalah pembenci film drama,film drama terkahir yang gw tonton disaat bersamaan adalah music and lyric serta p.s.i love you.Setelah itu gw bertekad dalam kamus gw gak ada lagi film drama.

THE BUCKET LIST

Film ini film drama Pertemuan dua orang carter ( morgan freeman ) ,edward ( jack nicholson ) di sebuah rumah sakit .Latar belakang mereka berbeda tidak menyurutkan pertemuan mereka yagn sama-sama menderita penyakit kanker.Edward yang merupakan pemilik rumah sakit tersebut sedangkan Carter adalah seorang montir .Tapi akhirnya mereka menjadi bersahabat tanpa disengaja karena aturan dari Edward pada rumah sakitnya yang mengatakan bahwa dalam 1 kamar ada 2 pasien.

Penderitaan karena sakit kanker yang mereka alami berdua justru mengkarbkan mereka berdua .Bermain kartu,bahkan saling mengejek diantara 2 kakek ini sering terjadi.Tapi ejekan yang cerdas dan punya arti filosofi dalam dan itu adalah untuk kehidupan.Sampai pada akhirnya carter membuat sebuah daftar yagn ditulisnya dalam kertas berwarna kuning mengenai apa saja yang diinginkan dan dicapainya.Tanpa sengja Edward menemukan kertas dan membacanya .

Vonis hidup mereka berdua ( edward dan carter ) sudah ditentukan.Hidup mereka tinggal 6 bulan. Edward yang memerankan karakter seseorang penuh kontroversi membuat sebuah ide bagaimana kita mencoba melakukan kegiatan yang memang kita inginkan,tapi belum tercapai sebleum kita mati.Sebuah ide yang awalnya ditolak oleh carter.Karena carter adalah orang yang hidup dalam filosofis lurus.Tapi Edward dengan pintar mencoba meyakinkan bahwa itu bukanlah hal yang sebenarnya diinginkan oleh carter.Di dalam hati yang paling dalamnya sebenarnya carter ingin sekali mengapai apa yang ia inginkan sebelum nyawanya lenyap dari raga.

Berbagai keinginan dari carter dan edward yang tertulis di kertas kuning itu lah yang coba mereka wujudkan.Diantaranya adalah terjun payung,balapan dengan mobil shelby,ke mesir dan mendaki pegunungan himalaya.Well selama perjalanan itu lah proses kedu-duanya mempelajari hidup mereka kembali terulang.Ada beberapa rahasia di masing-masing pribadi mereka yang tidak terungkap dan diantaranya dimasukkan ke dalam kertas kuning itu sebagai sesuatu yang harus dilakukan sebelum mereka meninggal.Diantara mereka masing-masing ada yagn mencoba menyangkal bahwa mereka tidak bisa melakukan itu karena itu adalah bukan diri mereka.Terutama Edward,ketika dia harus mengunjungi seseorang yang sangat dicintainya tapi mereka harus berpisah .Dan Edward tidak mau mengakui bahwa dia sangat ingin bertemu dengan orang yagn dia cintai itu

Berhasilkan mereka menemukan “ ini adalah gw” dalam kehidupan mereka sebelum mereka meninggal ?

Sebuah perjalanan yang mencoba menceritakan tentang hal-hal dalam kehidupan yang dikombinasikan dengan dialog-dialog segar diantara 2 aktor senior ( Jack Nicholson dan Morgan Freeman )

So buat lo Jon : lakukan apa yang menurut lo “ ini adalah gw” dan tentunya sesuai dengan content-content yang ada untuk memenuhi mana yang “ ini adalah gw”,” ini bukan gw”.Kehidupan selalu seperti itu kawan .

Satu hal yang gak begitu penting adalah soundtracknya coi….

John Mayer : say

2 tanggapan untuk “review film : the bucket list

  1. Asyik banget ya kalo bisa ngelakuin apa yang kita mau layaknya Jack Nicholson dan Morgan Freeman. Mereka mah untung, coz tokoh yang diperankan Jack Nicholson bergelimang materi.
    Tantangan buat yang cekak materi, bagaimana bisa fun dengan dana seminim mungkin.
    Tipsnya mudah, namun sulit dilakuin : BERSYUKUR🙂
    Kalau masih gak bisa juga ya mending lari dari realita dengan melihat The Bucket List ini hehehe

    Suka

    1. yoi,…selain itu karakter mereka di sana juga pas banget…benar-benar beruntung tuh kakek-kakek ..ha..ha…

      tapi buat gw kita emang harus ngelakuin yang ” ini lah gw” sebelum telat ,jangan seperti Morgan Freeman dan Jack nicholson pas udah tua gitu ….ha….ha…

      trim’s udah mampir-mampir ke blog gw

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s