When you Love someone

“Ahhhh, sudah jam 10!!”. Dia merneriaki dirinya sendiri dalam hati. Buat dirinya sendiri jam 10 adalah masih pagi. Sebuah realita yang harus ia kalahkan nantinya saat ia benar-benar berada dalam dunia abu-abu kehidupan.
Bermodalkan cuci muka dan gosok gigi, ia sedikit berdandan rapi. Jauh di luar konten idealis dirinya sendiri yang sering kali tampil slengek-an. Berangkat dengan kemeja lengan panjang berwarna abu-abu dan celana jeans warna hitam, sedikit membuatnya tampak gagah. Tapi sendal jepit yang jadi andalan pijakan kakinya tetap menjadi andalan sejati. “Ntar saja pas sudah nyampe”, bisiknya pada diri sendiri.
Jam 10, kehidupan jalan tak ubahnya saat sore. Saat semua orang pulang dari aktifitasnya. Geliat kuda-kuda besi di jalanan tak henti-hentinya membuat keadaan semakin sumpek. Ia mengeluarkan henponnya dan lebih memilih mendengarkan radio. “Udah lama banget gak denger radio”,gumamnya.
Sebuah lagu dengan lirik berbahasa Inggris menemani perjalanannya saat itu. Yang ia hafal hanya lah bagian lirik lagu “when you love someone,,,,dan bla…bla…bla…”. Konsepnya akustik. “Mungkin band d’cinnamons” katanya. Setengah berusaha ia mengingat lagi band yang berkonsep akustik tersebut. Tapi jalanan yang padat membuatnya tak mampu membuatnya menyimak seluruh lagu tersebut. Terdengar samar-samar di telinga, antara raungan kendaraan yang merepet di jalanan yang sempit beradu dengan suara sang penyiar radio yang secara samar-samar menyebutkan siapa penyanyi yang membawakan lagu tersebut.
Sesampainya di tempat yang ia tuju. Berbincang dengan seorang teman sementara. Kemudian ia mengeluarkan laptopnya dan menginstal beberapa software yang sekiranya akan di butuhkan dalam proses aktifitasnya nanti. Dalam proses pendonlotan tersebut, ia membolak-balik sebuah koran nasional hari ini. “Bullshit!!,” bisiknya.
Akhirnya dia berpindah ke web broser yang ada di laptopnya. Ia membuka facebook dan melihat beberapa up-date status teman-temannya. “Tak ada yang menarik”, gumamnya. Log out, setelah itu ia membuka beberapa web dari media-media online.
“Sama saja!!”.
Dia memang agak skpetis dengan beberapa pemberitaan media jaman sekarang. Menurutnya tugas jurnalis di jaman sekarang lebih banyak spekulasi tidak jelas, ketimbang sebagai media yang memberikan informasi. Parahnya lagi media sekarang lebih banyak mengkonfrontir suatu keadaan sehingga lebih sering menimbulkan opini ngawur di kalangan masyarakat. “Media harus bertanggung jawab jika masyarakat Indonesia bertambah bodoh!!”.Begitulah isi hati yang ingin gdisampaikannya ketika tiba-tiba ada seorang wartawan yang datang menanyainya dan memintannya memberikan pendapat tentang sebuah peristiwa yang sekarang tengah terjadi di Indonesia.
Sekarang ia menggali informasi lewat gogle. Sesuatu yang bahkan dianggap hampir sama dengan Tuhan, karena ia tahu segalanya. Begitu lah persamaan dari sebagian orang tentang mesin pencari bernama gogle. Setelah hampir cukup lama bergulat dengan gogle, ia mulai mengetikkan beberapa kalimat di lembar microsoft wordnya. Ya, hanya beberapa kalimat yang terdiri dari 4 sampai 5 halaman. Setelah itu terhenti, dan di save. Dan selalu begitu setiap hari, tanpa ada sebuah maksud yang jelas tentang apa yang ia tulis.
Jam sudah menunjukkn jam 3 sore. Hampir 5 jam ia bergulat dengan dunia maya dan mengutak-ngatik tulisannya sendiri. “Saatnya pulang!” teriaknya, sehingga membuat orang yang di sekitar yang masih asik dan larut dalam pekerjaanya masing menjadi terkejut.
Setelah membereskan setumpuk kertas dan laptopnya ke dalam tas, dan ketika melewati sebuah ruangan ia kembali mendengarkan lirik lagu yang kali ini terdengar jelas baginya

“When you love someone
Just be brave to say
that you want him to be with you”
“Him?”
“Ah lagunya terlalu cewek banget”, gumamnya.
Setelah itu langkahnya terhenti untuk mendengarkan lanjutan lirik lagu yang membuatnya penasaran
“When you hold your love
Dont ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true”
Tanpa ia sadari dirinya sendiri dikagetkan oleh sebuah sapaan lembut dari belakang
“Permisi, saya mau mengambil henpon saya”, ujarnya sambil menunjuk ke arah meja.
Ternyata suara lagu itu memang berasal dari sebuah henpon yang terletak di meja.
“Lhoh mas?, di sini juga?” ujar wanita tersebut.
Dia terkaget setengah mati, ketika wajah si wanita terlihat jelas.
“Oww ya,, ehmm,,”
Diam tanpa kata.
“Ehmm, pa kabar nih?”, si wanita menjulurkan tangannya.
“Baik”, jawabnya singkat tanpa membalas uluran jabat tangan dari si wanita.
“Mas kerja di sini ya?”, tanya si wanita.
“Heee, gak juga, ni kantornya teman, biasa lah numpang nge-net gratis”, ujarnya dengan senyum setengah hati.
“Aku lagi sama temen ku”, katanya sambil menunjuk ke arah pria, “lagi cari koneksi “ katanya. Dengan senyum yang di paksakan.
“Aku duluan”, ujarnya sambil melambaikan tangannya kepada si wanita dan berpaling, lalu menghilang.
Selama perjalanan, dia masih saja kepikiran dengan lagu itu dan tentu saja si wanita itu.
Setahun yang lalu….
Mereka pernah bersama-sama, dalam hujan, dalam tawa, dalam susah. Hanya saja dia tak pernah mengucapkan satu kata pun, demi arti sebuah pertemanan saat itu. “When you love someone, just be brave to say”, itu yang selalu terlintas di pikirannya dalam perjalanan pulang.
“Git pinjam broadband donk??”. Buat donlot yee, satu aja kok,,hihihi, ujarnya
”Donlot apa bung”? Sigit berbalik bertanya
“Cuma satu lagu”, ujarnya berbalk lagi.
“Lagu apa tu?”, ujar Sigit.
“Lagu yang sangat tidak kamu sukai”. Ujarnya lagi sambil mayakinkan bahwa lagu yang akan di donlotnya memang tidak sesuai dengan selera sigit yang lebih suka mendengarkan peter pan.
“Apa kata kuncinya”??. Dia tidak tahu itu lagu siapa, tidak tahu judulnya apa, dan dia tidak bertanya kepada si wanita yang pernah di temukannya setahun yang lalu.
“D***!!, kutuknya dalam hati.
Yang dia tau hanya bagian lirik when you love someone.
Dia mulai mengetikkannya di gogle.
Setelah membuka-buka, ia menemukan kata Endah N Rhesa-when you love someone
“Mungkin yang ini”, bisiknya dalam hati.
Klik kanan- open link in new window
Ia menemukan sebuah tulisan yang ada penggalan
“When you love someone”
Secara sangat serius ia memperhatikan lagunya. Ia pun mengetikkan kata tambahan di belakang “when you love someone” dengan tulisan “free mp3”.
“Dasar penjahat”, bisiknya pada diri sendiri.
Setelah menunggu sekitar beberapa menit, akhirnya proses download pun rampung. Langsung saja ia putar dan masukkan dalam daftar winamp.
“Ndiiii,,, modeeemm!,,,”
“Oh ya”
Dia pun bergegas ke kamar Sigit dan mengembalikan modem tersebut. Hampir selama sejam ia mendengarkan lagu tersebut. Dan hanya lagu yang sama.
Pikirannya menerawang beberapa tahun yang lalu. Saat ia berkenalan dengan seorang cewek. Perkenalan yang di mulai karena mereka di tempatkan dalam sebuah tim dalam sebuah project. Project yang lebih khusus pada pengembangan anak-anak tepatnya.
Komunikasi yang intens yang terjadi setiap hari, membuat ia merasa mulai menyukai cewek ini. Meskipun wanita ini bukan lah tipenya.
“Bersama dalam hujan
Untuk melihat satu pelangi yang sama
Dan…..”
Banyak hal-hal yang di rasanya indah saat bersama cewek itu. “Tapi itu hanya perasaan sementara saja” ujarnya dalam hati. “Ntar kalau project ini udah kelar, perasaan itu juga ilang”.

Cut!!, Cut!!…………………
*Kenapa saya membuat cerita seperti ini*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s