Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas.

Saya mampir ke Toko Buku. Planga-plongo kiri-kanan lalu saya lihat ini :

Cinta dalam gelas

Lalu saya memegangnya, ternyata yang bikin Andrea Hirata. Tau donk, siapa do’i ini?.😀
Dan inilah novel terbaru Andrea Hirata yang berjudul Dwilogi Padang Bulan.
Padang Bulan.

Diawali kisah Enong. Panggilan sayang untuk seorang anak perempuan di Belitong.

Enong kecil diceritakan memilki obsesi untuk jadi guru bahasa Inggris seperti Bu Nizam. Guru bahasa Inggris yang rela, datang jauh-jauh ke Belitong. Kehidupan keluarga Enong yang bahagia, berubah setelah Ayah tercintanya meniggal akibat terkubur saat bekerja. Padahal Ayahnya adalah spiritnya. Ayah yang begitu sayang pada keluarganya.
Berbagai lika-liku hidup Enong setelah kejadian ini pun diceritakan.

Dimulai dari Enong yang akhirnya mundur dari sekolahnya.

Lain Enong, lain pula Ikal. Cintanya terhadap A ling pun mengalami ngesot-ngesot. Belum lagi keinginan orang tuanya yang menginginkan ia bekerja agar punya penghasilan dan kesarjanaanya terpakai. Tapi Ikal punya misi tersendiri. Dan akhirnya ia memutuskan untuk bertahan di Belitong demi sebuah alasan.
Apakah itu?

Cinta dalam gelas

Kisah Enong dewasa dibuka secara lebar. Mulai dari ketia ia menjadi kuli tambang, untuk membiayai sekolah adik-adiknya sampai pula pada lika-liku keluarganya. Selain itu dibagian ini dibahas pula filosofis kopi untuk orang melayu, ada pula permainan catur dan berbagai pernak-pernik lainnya dari masyarakat Belitong. Sampai pada mengejar cita-citanya sebagai seorang guru bahasa Inggris.

Yang paling seru tentunya adalah kisah Enong yang ingin mengalahkan mantan suaminya, Matarom sang raja catur Aksi-aksi ini dibantu oleh seorang detektif bernama M.Nur. yang bertugas memata-matai Matarom. Karakter M. Nur sebagai detektif tidak hanya membantu tugas Enong, tapi juga tentang kisah cinta Ikal dan A. Ling yang complicated.
Lalu bagaimana kisah Enong?. Siapa Enong itu sebenarnya?. Apakah hubungannya dengan Maryamah, seperti yang diceritakan dalam tetralogi laskar pelangi?.

Yang menarik tulisan yang diramu oleh Andrea Hirata lebih terasa kental dengan nuansa Belitongnya alias Melayu. Meskipun khas, tapi tetep asik buat dipandang dan dibaca.

Catur, Kopi, Cinta, Kesedihan, kritik sosial dan hal-hal lainnya yang secara ‘Belitong’, tersaji di novel Dwilogi Padang Bulan ini.

Sekianlah review ini dibuat secara se-singkat-singkatnya. Ntar kalau diceritain panjang-panjang, ketauan deh ceritanya. 😀

*Oh ya kalau mau baca, yang Padang Bulan dulu yakk. Baru deh Cinta dalam Gelas. Karena saya sempat kebalik bacanya…😀

Judul : Dwilogi Padang Bulan
Penulis: Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
Terbit : Juni 2010
Tebal : vi + 270 hlm.
ISBN : 978-602-8811-09-5

2 tanggapan untuk “Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s