Ini tentang Barak

Well, ada dua barak yang akan diceritakan disini. Yang satu adalah barak pengungsian. Mengingat dalam beberapa hari terakhir ini Indonesia diguncang bencana. Yaitu Tsunami di Mentawai, Sumatera Barat dan tentunya erupsi merapi di Jogjakarta. Barak yang dimaksud tentunya adalah barak pengungsian dimana tempat para korban akibat dua bencana di dua datempat tersebut. Berbagai cerita tentang barak pengungsian. Mulai dari masalah tempat atau barak tersebut tidak layak, barak pengungsian yang kekurangan bantuan atau tenaga medis. Apa pun itu barak pengungsi yang ada menunjukkan sebuah bentuk sikap solidaritas, sikap saling menghargai dan menghormati yang muncul di balik sebuah bentuk kegundahan yang ada. Siapa pun, apa pun dia, beda agama kek, beda suku kek, beda warna kulit, semuanya menyatu, saling menghargai dan saling membantu. Percaya atau tidak di salah satu barak pengungsian, bahkan ada sampai pengungsi yang ingin membantu relawan dalam pekerjaan untuk urusan di dapur umum. Ya itulah barak pengungsian, ada bermacam cerita dibalik semuanya itu.

Yang berikutnya, tentu berbeda. Namanya Barack Obama. Tapi sebagian orang di Indonesia tentunya mengucapkannya dengan “Barak” meskipun tulisan aslinya “Barrack.” Tadi sore Presiden A.S Barrack Obama baru saja mendarat di Indonesia. Meskipun saya hanya bisa melihat tayangan kedatangan orang nomor satu A.S lewat televisi. Saya tidak akan meceritakan history Barrack Obama, yang hanya karena pernah tinggal di Indonesia 4 tahun, lalu dia dibesar-besarkan. Buat saya Barak yang satu ini hanyalah manusia biasa. Dia belum tentu mampu mengubah sesuatu dengan cepat, layaknya superhero. Hanya saja dia bagi sebagian orang adalah manusia di negara yang superhero😛. Barak yang satu ini tak luput dari media, di mulai dari kedatangannya di Halim perdana kusumah. Beberapa adegan yang sempat saya lihat adalah duber Indonesia untuk Amerika pak Dino Pati Djalal, yang narik-narik tangan istrinya, karena Pak Barrack Obama dan Pak SBY sedang lewat. Kemudian ketika Pak SBY menunjukkan sikap hormat, di saat lagu kebangsaan Amerika berkumandang untuk menyambut kedatangan Barrack Obama. Dalam hati saya bergumam “Apakah Presiden kita punya dualisme dalam negaranya?.” Ah sudahlah, daripada kita mikir yang enggak-enggak mungkin itu adalah wujud dan sikap Pak Beye ini dalam menghormati seorang Barak dari Amerika itu. Barak dari Amerika ini, saat pidatonya juga sempat menunjukkan rasa respeknya terhadap bangsa Indonesia, diantaranya dengan beberapa kali mengucapkan bahasa Indonesia, seperti, “selamat sore”, dan bahkan mengucapkan kata Assalamu’alaikum di akhir pidatonya. Sebuah rasa respek terhadap negara yang punya penduduk 90% mayoritas muslim. Sudah deh bicara, soal agama. Buat saya ini adalah cara dari Barack Obama untuk mewujudkan sikap saling menghormati dan menghargainya.

Apa pun itu di Indonesia, saat ini ada Barak dalam bentuk dua wujud. Yang satu barak pengungsian, dimana terdapat sekelompok manusia yang menjadi korban bencana, dan satunya lagi Barack ( Barak) Obama. Dua-duanya selama pengamatan saya saat ini mampu menunjukkan sisi kemanusian yang paling sederhana. Saling menghargai dan menghormati.

Jadi, apakah kita sudah belajar untuk ( kembali ) bersikap saling menghormati dan menghargai hari ini?.

4 tanggapan untuk “Ini tentang Barak

  1. haha, ya ampun.. waktu pertama baca judulnya kirain barak apaan, ternyata barak obat maag toh..
    ya.. ya.. barak emang cuma manusia biasa kayak lagunya yovie ‘n nuno..😛 dan nggak seharusnya kita bersikap lebay gitu.. cuma, kepemimpinannya aja yg mungkin perlu ditiru.. itu aja sih menurutku..😛

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s