Irfan Bachdim masih bisa bermain untuk Timnas Indonesia.

Piala Aff udah selesai. Sekarang semua mata , media seperti portal berita internet, media cetak, atau bahkan media elektronik akan kembali menyorot persaingan di liga-liga terkenal Eropa. Lalu kemana sepakbola Indonesia?. Mungkin cuma media yang khusus membahas olahraga yang akan kembali membuat “gegap gempita” sepakbola Indonesia. Yang lainnya mungkin cuma fokus ketika kompetisi bergulir, dan highlits-higlihtsnya di beberapa stasiun televisi swasta. Kapan lagi sepakbola Indonesia akan ramai diberitakan?. Mungkin saja nunggu event besar sepakbola dimana Indonesia jadi tuan rumahnya, atau mungkin ketika supporter sepakbola antar klubnya yang rusuh, dan mungkin juga ketika pimpinannya yang dianggap tidak memilki kinerja yang buruk? Begitu?.

Baiklah.

Satu-satunya penghangat berita sepakbola Indonesia saat ini adalah magnet yang melekat pada Irfan Bachdim. Dianggap punya kemampuan lebih baik karena pernah berlatih lama di Belanda, punya wajah tampan yang disenangi wanita, masuk tim nasional Indonesia untuk piala AFF 2010, mencetak gol d an lain-lainnya. Hal-hal tersebut begitu melekat pada seseorang yang bernama Irfan Bachdim. Gaung namanya tidak hilang, setelah piala AFF selesai mengingat klub sepakbola yang menjadi pelabuhan Irfan Bachdim saat ini, yaitu Persema mengundurkan diri dari kompetisi Indonesia super League atau dikenal dengan nama ISL dan memilih bergabung ke kompetisi baru bernama LPI atau Liga Premier Indonesia. Permasalahannya adalah PSSI sebagai organisasi tertinggi sepakbola Indonesia tidak mengakui adanya LPI, dan setiap klub yang mengundurkan diri dari kompetisi ISL akan didegradasi ke divisi utama, sebuah kompetisi yang kelasnya didawah ISL. Irfan Bachdim pun diberitakan tidak akan dapat memperkuat tim nasional sepakbola Indonesia lagi karena tergabung dengan Persema yang mengundurkan diri dari kompetisi ISL dan bergabung dengan LPI. Begitu sih kata berita yang sekarang tersebar. Seperti pernyataan yang dikutip oleh kompas berikut ini :

Sebenarnya, kalau menurut saya secara subjektif dan sebagai penggemar sepakbola, Irfan Bachdim atau pun para fansnya masih bisa melihat penampilan Irfan Bachdim. Toh, kompetisi divisi utama, itu masih punyanya PSSI. Selain itu kalau untuk urusan teknis, siapa saja yang berhak mengikuti seleksi pemain untk membela timnas, menurut saya secara subjektif seharusnya ditentukan oleh pelatih timnas. Bukan ketua PSSI, bukan sekjen PSSI, bukan presiden, bukan menpora, bukan pimpinan parpol yang “itu” apalagi menkominfo.

Contohnya aja nih, Fabio Capello, pelatih tim nasional Inggris pernah memanggil pemain bernama Jay Borthoyd untuk bermain bersama timnas. Padahal Jay Borthotd bermain di kelas Championship yaitu di kompetisi “kelas dua” liga Inggris, karena timnas Inggris sedang mengalami krisis pemain saat itu.

Memang secara kondisi berbeda. FA organisasi tertinggi sepakbola Inggris mengakui kompetisi sepakbola kelas dua yang diikuti Jay Borthoyd, sedangkan di Indonesia lebih complicated, PSSI tak mengakui adanya LPI, tapi bagi klub yang pindah ke LPI didegradasi ke divisi utama yang masih merupakan kompetisi dari bentukan PSSI. Permasalahannya menurut saya adalah karena PSSI sudah diakui oleh FIFA sedangkan LPI belum, atau mungkin tidak diakui. Jadi kalau seseorang ingin bermain untuk timnas mungkin harus mengikuti kompetisinya PSSI. Begitu?. Saya mencoba untuk mencari tau lebih dalam lagi, dengan masuk ke websitenya PSSI, pengen cari tau gitu tentang aturan-aturannya. Sayangnya sampai saat saya menulis di blog ini, ngebuka webnya PSSI di http://www.pssi-football.com/ selalu gagal. Entah karena memang gak ada, atau server di kantor aja yang lagi ngaco.

Anton Sanjoyo, seorang pengamat sepakbola dalam wawancaranya dengan salah satu televisi swasta pun pernah mendapatkan informasi bahwa ketua PSSI yang sekarang sedang gencar-gencarnya diminta turun dari jabatannya pun pernah di usir Alfred Riedl saat rapat teknis tentang timnas. Nah berkaca dari semuanya itu yang punya kendali penuh tentang siapa yang pantas mengikuti seleksi timnas dan berlaga untuk timnas, ya Alfred Riedl sebagai pelatih. Kalau Irfan Bachdim memang dianggap pantas bermain di level timnas , dimana pun kompetisinya, pastilah Riedl yang pantas menetukan bukan PSSI. PSSI pun tak perlu tampak sampai kebakaran jenggot untuk mengurusi dimana seorang pemain untuk bermain di klub yang mana. Toh, dengan adanya LPI, kompetisi akan jauh lebih seru kan?. Timnas sepakbola Indonesia mungkin saja akan dihuni oleh banyak pilihan pemain yang punya kemampuan baik.

Jadi, begitulah.

3 tanggapan untuk “Irfan Bachdim masih bisa bermain untuk Timnas Indonesia.

    1. Hihihi, ya sudah biarin aja mas, sekarang kita tunggu aja pssinya, mau ngakuin lpi ato nggak?. Kl lpi diakui, setidaknya Irfan bachdim bisa main buat timnas😀

      Suka

  1. hehe, ketemu lagi neh..😛
    jujur sih, waktu piala aff selesai, aku jarang liat bola.. padahal, sebelumnya aku nggak pernah nglewatin satu momen pun persepakbolaan dunia..
    cuma sekarang semuanya udah banyak berubah sih, tadinya aku jagoin chelsea, eh sekarang chelsea-nya melempem.. jadi males ngeliatnya..
    mo liat piala asia yg sekarang lagi rame pun juga nggak ada indonesia, males kuadrat deh..😛
    yahh, semoga aja timnas indonesia bisa cepet naikin peringkat dunia-nya jadi ntar bisa berlaga di world cup (entah tahun berapa)😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s