Yang terbang, Yang tenggelam

Jadi, ceritanya suka nonton ISL. Kompetisi sepakbola tertinggi di Indonesia yang begitulah adanya. Sejak adanya peengurangan tiga tim yang pndaah ke LPI, akhirnya tersisa 15 tim sepakbola lainnya. Dan saat ini rata-rata setiap tim sudah memainkan sekitar 19 atau 20 pertndaingan. Artinya hanya akan ada sekitar 9 saampai dengan 8 pertandingan tersisa buat tau siapa juara ISL musim ini. Persipura Jayapura masih jadi yang nomor satu. Yang paling seru tentunya perebutan tempat kedua. Ada Semen Padang, ada Persija, Arema Indonesia, dan Sriwijaya Fc yang bakalan ngerebutin tempat kedua.

Disamping tim tersebut, tentunya ada beberapa pemain yang menjadi bintang, dan ada juga yang sedang tidak menjadi bintang di tim masing-masing. ( Menurut saya ) beberapa pemain yang ssedang “terbang” diantaranya adalah :

1. Boaz Salossa.

Striker Persipura ini memang benar-benar luar biasa musim ini. Jadi top skorer sementara plus jadi kapten, mungkin adalah sebagai bbentuk pembuktian bahwa Boaz yang kini sudah berbeda. Cap indisipliner plus tak pernah kembali k performa terbaik pasca patah kaki, terjawab sudah musim ini. Buktinya 20 gol di kompetisi ISL, plus membawa timnya Persipura jadi pemimpin klasmen adalah buktinya.
2. Zah Rahan. Sejak main untuk Persekapas Pasuruan, namanya melambung. Sebagai gelandang serang ia punya kemampuan paling komplit, daan tentunya yang paling stabil. Bahkan saat ia sudah berganti klub dari Ssriwijaya Fc ke Persipura, Zah Rahan selalu bisa beradaptasi dengan baaik, tanpa melupakan karakter bermainnya sendiri.
3. Edward Wilson Junior. Striker semen Padang ini luar biasa. Di musim pertamanya di ISL ia langsung menjadi runner up top skorer, dan membwa timnya yang baru promosi dari divisi utama menjadi runner up ISL. Keunggulannya adalah power pada tubuhnya. Dengan power itu ia bisa melewati lawan dan mencetak gol.
4. Hamka Hamzah. Pemain yang dikenal “bad boy” ini seperti kembali lagi. Sebagai pemain belakang ia sudaah mulai bermain “bersih” kembali. Namanya masuk kembali ke timnas piala AFF yang lalu. Siapa sangka Hamka Hamzah adalah penerus Firmansyah bagi bek timnas. Yaitu keunggulannya, adalah mampu loncat tinggi dan memenangkan duel bola udara. Prestasi yang dipersembahkan untuk timnya hingga saat ini adaalah membawa Persipura jadi yang terbaik di kompetisi ISL. Sayang, Hamka ssedang mengaalami cedera, tapi di masa yang akan datang, ia pasti akan berkembang lebih baik.
5. Ahmad Bustomi. Gelandang jangkar paling stabil. Buktinya, ia membawa Arema jadi juara ISL musim lalu, dan terpanggil masuk timnas. Masih muda, masih punya banyak waktu untuk mematangkan dirinya, sebagai salah gelandang terbaik yang ada di Indonesia.
6. M. Roby. Pemain Persisam ini, memang hanya mampu membawa timnya di paapan tengah. Tapi sepanjang saya nonton ISL, dialah pemain paling stabil permainannya. Rasanya ia memang layak untuk selalu bermain untuk timnas.
7. Ponaryo Astaman. Gelandang jangkar Sriwijaya Fc inilah motor timnya. Meskipun sudah masuk usia senja, taapi permainannya mampu membangkitkan Sriwijaya Fc, yang sedang tertatih-tatih. Kalau saja usianya masih muda, bukan tak mungkin rasanya ia layak kembali berbaju timnas. Perebut bola yang baik, serta caranya membagi bola lewat umpan-umpan lambung masih yang terbaik bersama Ahmad Bustomi.
8. Gak asik kalau gak masukin satu kiper. Fery Rotinusulu lah mungkin yang paling tepat. Sekali laagi, meskipun Sriwijaya sedang berada di papan tengah, kemampuannya masih yang terbaik. Cara dia membaca permainan lawan, instingnya ketika adu penalti, membuat ia layak diobaaa untuk menjadi kiper utama timnas.

Yang tenggelam :

1. Markus Horizon. Sepertinya masanya sudah mulai luntur. Buktinya ia sering terlihat gugup saat menghadapi serangan lawan sebaagai seorang kiper. Bahkan di timnya Persib Bandung, Markus sering sekali di rotasi dengan kiper lainnya. Persib Bandung pun seperti kehilangan nama besarnya di kompetisi ISL musim ini.
2. Ronald Fagundez. Playmaker, gelandang serang, paling berbahaya pada beberapa musim yang lalu di ISL. Tapi sekarang, Fagundez, seperti kehilangan sentuhannya. Sering salah umpan, visi bermain yang tidak jelas, meskipun gerakan individunya masih berbahaya. Tapi sepakbola permainan tim, bukan individu.
3. Greg Nwokolo. Penyerang kiri, yang suka melakukan drive dan masuk ke dalam kotaak penalti, sertaa mencetak gol, seperti kehilangan gaya bermainnya. Bek-bek lawan, sepertinya sudah semakin pintar untuk membaca permainannya. Beberapa musim yang lalu, Greg adalah pemain “mengerikan.” Musim ini, Greg sepertinya butuh pembuktian lebih lagi.
4. Maman. Bek persib dan timnas ini teerkadang sering salah kontrol dan tidak mampu mengendalikan permainannya. Buktinya ia beberapa kali kecolongan dan kesulitan menghadapi penyerang lawan, baik saat bermain di Persib atau pun timnas. Alangkah baiknya Maman, mungkin berpikir untuk mengembalikan performanya, “yang tidak asal buang bola”, ketika menjadi bek.
5. Christian Gonzalez. “Pemain sekali pakai” untuk timnas, ini tidak lagi terlihat begitu mengerikan. Catatan golnya pun sedikit musim ini. Jauh dari 4 musim sebelumnya, dimana salah satunya ia menjadi top skorer. Usia yang sudah mulai menua, mungkin menjadi salah satu faktornya.
6. Aliyudin. Kecil, lincah, cepaaat, dan naluri gol tinggi. Taapi itu dulu. Ddua musim terkahir, permainan Aliyudin seperti menghilang begitu saja, padahal beberapa musim yang lalu ia begitu dittakuti lawan-lawannya keetika berduet dengan
7. Bambang Pamungkas. Tandem Aliyudin beberapa musim yang lalu di persija ini in pun sama. Meski ia tetaap menjadi pilihan utama timnas, daaan kapten di timnya, Baambang seeperti “hilang” permainannya.Mungkin saja ini bisaa jadi akibat strategi pelatih Rahmat Darmawan yang suka merotasi pemainnya di setiap peertandingan.
8. Muhamad Ridhuan. Pemain sayap Arema di musim pertamanya terlihat begitu “dominan.” Tapi sekarang perminanannya sudah muali terbaca oleh beberapa bek lawan. Apalagi setelah pulang dari membela Singapura di piala Aff, ada kesan penurunan permainan.

Ini cuma analisis abal-abal aja, ketika saya nonton siaran langsung sepakbola Indonesia. Jadi gak cuma pas klub favorit saya Semen Padang, atau timnas Indonesia lagi main di ajang tertentu, trus, baru deh didukung timnas.

Yah, setidaknya saya adalah penggemar sepakbola sejati.

O ya, masih ada beberapa pemain lagi yang sebenarnya tampil bagus ( menurut saya lhoh) seperti Ferdinand Sinaga ( penyerang/Persiwa Wamena), Erick Weeks ( gelandang/Persiwa), Edi Boakay Foday (penyerang/Persiwa), Sultan Samad ( Gelandang/Persiba Balikpapan), Rizki Nofriansyah( Penyerang/ Persijap), Purwaka Yudhi ( Bek/Arema), Egi Melgiansyah ( Gelandang. Pelita Jaya).

Satu lagi, setiap kali Antv bikin siaran langsung, pasti kameramen menyorot suporteer yang membawa tulisan “I love Antv”, atau Thanks Antv.” Emangnya itu suporter “disuruh” bikin yang begituan?. Rasanya, gak yakin banget seorang suporter dengan “sukarela” membuat poster yang tulisaannya begituan. Naikin rating sih sah-sah aja, tapi gak gitu-gitu ama kalleeee..

2 tanggapan untuk “Yang terbang, Yang tenggelam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s