Antara Rio dan Twitter

Rio, sebuah film animasi yang berceritakan tentang kehidupan burung. Cerita bermulai ketika di sebuah hutan, burung-brung bernyanyi, berdansa dan bergembira ria, sampai akhirnya membangunkan sebuah burung kakatua berwarna biru yang saat itu masih kecil. Sayang, burung tersebut tidak bisa terbang. Pesta tersebut akhirnya bubar Burung kecil berwarna bru yang malang itu pun tertangkap dan dimasukkan ke dalam sebuah kardus. Sampai pada akhirnya sebuah ketidaksengajaan membuat kardus kecil yang berisikan burung kecil biru tersebut terlempar. Beruntung, kardus itu ditemukan oleh seorang anak kecil bernama Linda.

Seiring berjalannya waktu Linda dan burung kecil berwarna biru tersebut pun tumbuh dewasa, dan burung tersebut diberi nama Blu. Linda yang memiliki sebuah toko buku suatu hari didatangi seorang peneliti dan ahli burung bernama Dr Tulio yang ingin menemui Blu, dan dokter tersebut ingin mengawinkan Blu dengan burung betina. Karena jenis burung seperti Blu, akan punah dan tidak memiliki keturunan kalau Blu tidak “dikawinkan” dengan burung betinanya. Tapi untuk itu Blu harus pindah ke Brazil, tepatnya di kota Rio De Janeiro. Sesampainya di lab Dr Tulio, Blu berhasil bertemu dengan Jewel Burung betina yang akan dikawinkan dengannya. Tai Jewel malah memiliki pemikiran lain. Ia ingin memiliki kebebasan, lebih karena tidak percaya dengan manusia yang merawatnya. Sampai pada akhirnya, seata tak terduga lab mereka dibobol dan membawa dua burung yang jenisnya langka ini, yaitu Blu dan Jewel.

Dan dari sinilah semua petualangan tersebut dimulai, bagaimana Blu dan Jewel berusaha melarikan diri dari sekelompok manusia yang ingin menjualnya, dan juga seorang burung kakatua yang jahat bernama Nigel yang merupakan peliharaan dari sekelompok orang yang ingin menjual Blu dan Jewel. Selain itu mereka juga bertemu dengan beberapa jenis burung lainnya, bahkan beberapa binatang lainnya seperti anjing bernama Luiz dan juga sekelompok kera kecil.

Lalu apa hubungannyanya dengan twitter?. Logo twitter memang hanya sebuah burung biasa tidak seperti burung yang ada di film Rio, tapi warna burung yang hampir sama yaitu berwarna biru. Hanya saja ada beberapa dialog-dialog dalam film Rio yang menggambarkan tentang “kehidupan” di twitter.

Meskipun twitter terdiri dari beberapa content, seperti, berbagi informasi, sumpah serapah yang ndak jelas, keluhan atau omelan yang sebenarnya tidak mampu dilampiaskan di dunia nyata, kegalauan seseorang, kuiz berhadiah, atau petuah-petuah bijak dan petuah cinta yang tertuang, itulah pulah yang tertuang dalam cerita burung di film Rio, khususnya tentang kalimat-kalimat cinta, dan petuah-petuah bijak. Beberapa diantaranya adalah :
Terbang adalah kebebasan, dan tidak harus bergantung pada seseorang. Jewel, #Rio
Seperti sungai madu, kukira cinta juga tuli menurutku. – Jewel, #random #Rio
Atau ungkapan seperti :
Tunjukkan pada mereka cinta, karena kupikir mereka tidak banyak mempunyainya.
“Jangan pernah mengirimkan kera untuk menyelesaikan pekerjaan burung.” –Nigel #Rio
“Melihat mereka di atas sana, membuatmu ingin mengejarnya.” – Luiz #Rio
“Pasangan muda, selalu Melodramatic.” – Rafael #Rio

Tentunya masih banyak kalimat-kalimat lain serta dialog-dialog lainnya dalam film Rio yang sangat menarik untuk disimak. Sama halnya dengan twitter, masih banyak twit- twit menari yang dapat kita saksikan, daripada hanya sekedar omelan-omelan atau keluhan. Secara keseluruhan kesamaan antara Rio dengan Twitter, adalah soal kebebasan. Di twit kita mengharapkan sebuah kebebasan yang lebih, sebuah kebebasan yang belum tentu bisa didapatkan di dunia nyata. Begitu pula dengan Rio, di film ini Blu dan Jewel, serta burung-burung lainnya ingin menikmati dan mencoba kebebasan yang sebelumnya tidak pernah mereka dapatkan. ( Menurut saya lhoh..)

Sisanya, dari film Rio kita memang disuguhi dengan adegan-adegan kocak yang bisa membuat tertawa, layaknya film-film animasi lainnya, alur ceritanya yang tidak bertele-tele serta ditambahkan dengan sedikit adegan musical yang mengingatkan kita akan film animasi tentang penguin yaitu Happy Feet. Secara keseluruhan film yang digarap Carlos Sadanha ini sukses banget untuk membuat sebuah film animasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s