Menebar Cinta di Halte Busway

Bagi beberapa orang busway emang terlihat biasa saja. Biasa karena jadi “mace” kalau penumpangnya udah numpuk. Semua bergegas demi satu tujuan yaitu masuk busway dan duduk manis, sukur-sukur kalo bisa ketiduran, buat ngilangin penat dari aktifitas sehari-hari.Hari ini pun demikian. Awalnya saya cuma pengen beli takjil di Benhil atau lebih dikenal dengan Bendungan hilir. Kata beberapa orang teman-teman banyak masakan Padang disana. Mumpung lagi kangen masakan Padang, ya udah saya embat. Lagian hari ini para bos-bos bilang cepat pulang.
Begitu transit di halte bus dukuh atas antrian panjang bagi calon penumpang yang menuju ragunan, kuningan, atau mampang terlihat. Saya mah cuek aja. Lhah wong saya mau ke Benhil. Tap terbesit dalam pikiran kalau seandainya saya mau kearah kuningan, pasti bernasib sama dengan orang-orang yang lagi ngantri ini. Yang penting beli takjil dulu trus baru deh balik. Masalah buka puasa di halte bus atau di dalam bus gak masalah.
Ternyata bener, ngantri panjang banget, dibelakang saya ada mas-mas yang terlihat sibuk dengan blackberrynya, dibelakangnya lagi ada 3 orang bapak-bapak bermuka cabul lagi asik ngobrol dan sesekali ngelirik cewek-cewek yang pake rok mini atau pun baju dengan belahan dada rendah. Di depan, nah ini dia, sesosok penampakan yang mengingatkan saya pada kamu. Ya, kamu yang itu. Rambut seperempat panjang dengan kuncir pendek, pake kacamata, pokoknya mirip kamu. Sesekali curi pandang, eh ternyata emang bener mirip. Tapi kalo kamu sih agak padet gitu dikit, kalau yang di depan saya itu agak kurusan. Tapi tetep aja mirip kamu.
Sewaktu petugas buswey bagi-bagi minuman kecil dan kurma nah barulah, kami sedikit mengobrol. Dikit banget. Jadi begini, waktu petugas busway bagi-bagi tu cidera mata, saya langsung oper ke belakang, dan begitu seterusnya. Eh, tapi si mbak yang mirip kamu itu bilang,” mas, pegang aja satu, trus kalau dapet lagi,”. “Oh gitu ya?”, sahut saya. Ya, cuma segitu. Segitu doank! Yaelah!!.

Sejak saat itu, antrian mulai beringsut pelan-pelan, dan saya mengambil hengpon, memasang headset, dan memuter lagu owl city yang judulnya fireflies. Salah satu lagu favorit kamu di saat kita bertemu.
Nah cinta bisa tumbuh dan bersemi dimanapun dan kapanpun. Termasuk di halte buswey. Kalau sebagian orang bisa m kenalan di bbm, fesbuk, twitter, iPhonesia, Instagram dan berakhir cinta, maka di halte buswey pun bisa.
Kalau pengen cari jodo di halte buswey sih bisa-bisa aja, ada beberapa tipsnya. Ini dia :
1.Jika kamu merasa ada yang rasanya pas buat dijadiin gebetan di halte buswey dari jarak mata memandang, cobalah berjalan di jalur jalannya. Contoh : Setelah kamu berjalan di jalur dia berdiri tiba-tiba kamu nabrak dia dan bilang”sorry.”. Cinta pada pandangan pertama itu masih ada.
2.Ketika kalian berdua sedang berjalan melawan arah, cobalah berjalan di alurnya. Saling menghindar ke kiri, ikutin ke kiri, kalau dia ke kanan, ikutin ke kanan. Cinta pada sentuhan pertama itu masih ada.
3.Cobalah memiliki gadget yang keren. (Ini usul Salman, teman saya yang anak Jakarte sekarang lagi merumput di Pontianak, jadi juragan sawit). Rata-rata, (cewek apalagi) suka banget mainin gadgetnya kalau udah di halte buswey termasuk juga kalau udah didalam buswey. Nah, rata-rata pula, spanjang mata memandang gadget mereka blackberry. Cobalah memiliki gadget yang lebih keren dari blackberry, sperti iPhone, android atau yang lainnya. Carilah posisi yang ideal. Manfaatkan gadget mu yang sakti itu untuk menarik perhatiannya.
4.Tampilah dengan dandanan seperti orang kantor atau terlihat rapi. Jangan setengah-setengah, karena si dia bisa menilaimu dari tampilanmu. Kalau” kasingnya” udah soak, dia gak bakalan ngelirik kamu.
5.Tampilah se cool mungkin, sok cuek, sok jutek, sok jaim, sampai sok atuh. Monggo.

3 tanggapan untuk “Menebar Cinta di Halte Busway

  1. Cinta pada pandangan pertama itu masih ada.
    Cinta pada sentuhan pertama itu masih ada.
    Cobalah memiliki gadget yang keren

    Argahhhhhhhhhhhhhhh,,,,,,,,hahahhahha,,,,,,menemukan cinta ala busways T.T

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s