Semuanya Karena Customer Experience

Jadi, baru-baru ini smartphone terbaru dari Sony yang kini udah ganti nama jadi Sony Mobile baru saja dikenalkan dan dilepas ke publik. Menurut pandangan saya ada yang berbeda dari cara pengenalan Sony kali ini.

Mereka membuka booth khusus di FX Lifestyle Cenre, Jakarta sekitar 4 hari. Suatu hal yang sepengetahuan saya belum pernah dilakukan oleh Sony dalam menjual produk-produknya.

Seperti yang satu ini, saat Sony menawarkan beragam fitur yang menarik untuk konsumen melalui desain unik di salah satu boothnya :

Customer experience jadi kunci baru bagi vendor atau produsen untuk mengenalkan produk terbaru mereka tampaknya. Dengan banyaknya jumlah gadget ( smartphone, tablet) yang ada di Indonesia, customer experience plus berbagai inovasi-inovasi seru lainnya juga dihadirkan untuk menggaet konsumen.

Sesuatu yang sepertinya jarang dilakukan Sony selama ini. Kalau bicara soal customer experience, bukan kali pertama ini dilakukan di Indonesia. Produsen asal Korea yang dikenal dekat dengan Androidnya juga melakukan hal yang sama dalam pengenalan produknya ( smartphone dan tablet).

Produsen asal Finlandia yang meluncurkan Windows Phonenya beberapa waktu yang lalu juga melakukan hal yang sama. Semuanya menuju ke arah customer experience, dimana calon konsumen bisa mencoba langsung dan menilai kualitas produknya.

Akankah ini jadi tren di beberapa waktu yang akan datang?. Bisa jadi, tapi harus ditambahi dengan “bumbu-bumbu” lain yang menghadirkan nuansa baru tentunya. Seperti kuis, games berhadiah dan plus spg cantik.πŸ˜€

Selain itu juga, Sony juga mencoba ‘flashback’ dengan menghadirkan beberapa perangkat seperti yang dibawah ini misalnya.

Sony Ericsson Vivas

Atau yang ini ( ada edisi Harry Potter kalau ndak salahπŸ˜€ )

Perangkat yang bagi sebagian orang dianggap sudah jadul, tapi setidaknya Sony mencoba meyakinkan nama Sony Ericsson masih ada dan terus melekat di benak konsumen.

Well, sebenarnya saya pengen yang punya ini :

Smartphone ini saya pengen banget, karena fungsionalistasnya yang bisa mendukung kerjaan. Tapi apalah daya, kantong tak sampai.πŸ˜€

Sebenarnya saya menunggu promo seperti ini dari Sony Mobile ” Tukarkan smarpthone Sony Xperia lama mu dengan Sony Xperia S”. Sungguh, saya menunggunya.πŸ˜€

Oya, Sony punya tagline “Make Believe.” Apakah tidak tertarik menggaet Anggun C. Sasmi untuk jadi Brand Ambassador, karena ada lhoh satu lagunya Anggun yang berjudul Make Believe.πŸ™‚

2 tanggapan untuk “Semuanya Karena Customer Experience

  1. Customer experince buat saya lho bukan trend mas.
    Kalau saya produsen ngeliatnya investasi promo yang kudu di lempar di pasar.

    Promo gadget kebetulan sekarang sedang bagus dan cenderung dibutuhkan semua orang, jadinya pasarnya banyak dan terasa.
    * komen sotoy,,,,

    Suka

    1. Ah, ndak apa-apa, ini bukan komen sotoy, ini hanya sekedar pendapat. Bole-bole saja kok. Gak ada larangan untuk berpendapat kan?πŸ˜€.

      Sekarang kebanyakan emang produsen promo kayak begini. Dan setauku khusus produk Sony Xperia, sebelumnya ndak pernah begini. Abis launching, ya sudah, tinggal tunggu konsumen buat beli.πŸ˜€

      Tapi emang benar sih produsen atau vendor harus jemput bola ke konsumen, di tengah persaingan yang ketat kek sekarang.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s