Batman Aja “MoveOn.”

Saya bukan orang yang ahli di bidang perfilman. Tapi apa yang sudah saya tonton yaitu Batman The Dark Knight Rises yang merupakan seri terakhir dari Batman dibawah arahan sutradara Christopher Nolan yang buat saya sangat sukses dalam dua seri Batman sebelumnya Batman Begins dan The Dark Knight, plus beberapa film yang saya suka seperti Inception dan The Prestige itu buat saya berkesan!( berdasarkan selera saya).

Sebelumnya saya prhatin atas insiden yang terjadi di Colorado, Amerika Serikat dimana terjadi sebuah penembakan yang menewaskan 14 orang saat pemutara film Batman. Terakhir saya mendapatkan informasi si penembak bawa ia adalah jelmaan nyata dari karakter Joker.😦

Film ini banyak dikritik di awal peluncurannya, yang pada saat itu belum masuk ke Indonesia. Saya pun berharap tidak terlalu tinggi bahwa ada seuatu yang lebih atau kejutan-kejutan di seri Batman The Dark Knight Rises ini.

Jika di Batman sebelumnya yang pegang peran kunci adalah Joker yang mampu mengacak-ngacak Gotham dengan gaya dan karakternya sesuai peran, kali ini di Batman The Dark Knight Rises saya tidak melihat hal itu, bahkan pada sosok Bane yang jadi lawan Batman, meski dia juga berhasil mengacak-ngacak kota Gotham. Cerita dibiarkan mengalir begitu saja. Dialog antar pemerannya dibuat seimbang dan membuat saya menikmati film ini. Tapi yang membuat saya tidak menduga adalah klimkas jelang akhir film, tentang siapa yang sebenarnya berperan penting dalam mengacak-acak kota Gotham, karena saya dibiarkan terlena menikmati alur cerita plus ditambah dengan kehadiran Bane yang digambarkan begitu perkasa. Scripwriternya yang diisi kuartet Jonathan Nolan dan Christopher Nolan di Screenplay serta duet David S. Goyer dan Jonathan Nolan di story seperti mengajak saya dan mengatakan “nikmati saja film ini.”

Buat saya keseluruhan film ini dimainkan oleh scripwriternya yang mampu menyusun cerita dan plot yang membuat saya ‘terpengaruh’ dengan alur ceritanya.

Pesan moral yang saya tangkap dari film ini adalah “move on.” Banyak sindiran yang diberikan kepada karakter Batman di film ini untuk “move on” dari masa lalunya. Dan bisa juga memberikan sindiran pada para penguasa dan pegecut yang berusaha lari dari dirinya sendiri. Bisa juga scripwriternya memang sedang galau😀 , sehingga para pemerannya sering kali mengucapkan kata-kata “move on”, terutama di awal film.

Keseluruhan, saya terpuaskan dengan film ini. Ya, Batman dan sang director Cristopher memnag harus “move on” dari film ini. Tidak akan ada lagi seri terbaru dari Batman setidaknya yang akan digarap Christopher Nolan, keculai kalau ia memang berubah pikiran dan malah menghidupkan karakter Robin. Siapa sebenarnya Robin?. Ah Anda harus menonton sendiri film ini. Sebuah akhir indah yang diberikan Nolan di seri Batman ini

Tapi setidaknya hingga sekarang, Batman The Dark Knigt Rises adalah film favorit mancanegara saya sepanjang tahun 2012 ini. Sedikit bocoran, Christopher Nolan juga akan menggarap Man Of Stell alias Superman versinya. What’s next Nolan?

4 tanggapan untuk “Batman Aja “MoveOn.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s