Jangan Cuma Numpang di Halte Busway

Kan gini. Saya kalau mau kemana-mana naik transjakarta. Dalam dua minggu ada “barang baru” di shelter busway. Dari sini sih.

Seminggu, dua mingnggu dan sampai ke minggu ketiga, Tampilannya cuma begini doang.

Dan begini.

Katanya sih Digital Advertising. Trus muncullah sebuah suara seperti ini dari mesin yang terpajang di shelter busway

“Welcome to Transjakarta Shelter, Please, bla…bla…bla..”

dan kemudian

Watch Your Step & Be Save. Thanks to Using Transjakarta

Kedua kalimat ini muncul seiring bergantinya gambar di mesin tadi.

Di taglinenya sih saya liat Media Transportation, ya tapi apa cuma begitu doank. Ya mungkin sih, ini masih dalam tahap awal, jadi si penyedia jasa layanan ini belum memasukkan konten-konten di dalam si mesin tadi. (Ya mungkin sih)

Buat saya, biar gak mubazir gitu ya ditambahin secepatnya isi di dalam mesin tersebut.

1. Bisa jalur busway. Masih ada lhoh yang belum ngeh sama jalur busway.

2. Informasi keterlambatan busway misalnya. Masih ada lhoh busway yang telatnya sampai 30 menit, trus penumpangnya umpuk dan pada ngedumel.

*sedikit ironis sih busway yang dibuat mengatasi kemacetan kejebak macet*

Teknolgi kan semakin tinggi. Katanya busway juga sudah dilengkapi GPS. Kenapa gak terintegrasi dengan layar segede itu. Kenapa coba.

3. Yang terpikir buat saya adalah dengan layar sebesar itu bisa ditempelin teknologi Augmented Reality. Jadi para penumpang setidaknya sedikit terhibur, kalau udah cemberut nuggu busway yang super lama.

Misalnya ditampilin tokoh Ahok. Jadi para penumpang busway yang lagi nunggu bisa ngomel-ngomel atau nyindir petugas busway yang busnya telat datang dengan gaya Ahok. Siapa tau efektif sih.😛

4. Terakhir, nah ini si alat pakek bahasa Inggris. Kenapa gak pake bahasa Indonesia. Kalangan pengguna busway gak cuma dari kelas menengah keatas doang lhoh.

Masih ada yang kelas dibawahnya. Bahasa Indonesia kan bahasanya Jakarta juga, mbok ya pake bahasa Indonesia.

Jadi ya alat sekeren ini gak cuma jadi pajangan doank di shelter busway, mubazir kalau buat saya.

Ya silahkan sih kalau ide ini mau dipakai, silahkan juga kalau gak mau dipakai. Atau mau dicolong juga boleh. Udah biasa sih ide dicolong.

Ah segitu aja deh. Semoga diisi sama konten yang menarik ya!!

2 tanggapan untuk “Jangan Cuma Numpang di Halte Busway

  1. iyah betul.. klo lg penuh gak suka dibatasin nih kepenuhannya terlalu mepet, pegangan jauh dr jangkauan, naek susah turun susah. Biarpun gitu anggaran kepake cm buat koridor baru dan bus tambahan tp seperti biasa tanpa maintenance yg bagus.

    Suka

    1. Hmm, iya sik. Tapi kayaknya buat pengelola busway dan pemprov hal kek gini belum jadi prioritas. Pak Jokowi sesekali harus mampir ke halte busway dan ngeliat sendiri ruwetnya kontrol busway🙂

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s