Karena CCTV..

Kan gini. Pernah ngambil foto ini di halte busway karet kuningan. untitled

Yap. satu foto yang membuat saya cukup terkesima. Karena ini adalah bagian dari fitur baru Transjakarta atau Busway. Kalau dilihat dari foto itu, terlihat noor seri bus, tujuannya, dan perkiraan waktu tibanya. Hari itu, saya puas dengan kinerja fitur baru busway ini.

Sehari kemudian, saya naik busway (karena moda transportasi ya cuma ini :D) sudah mulai agak berbeda. Perkiraan tiba bus dan nomor seri bus meleset dari tampilan screen yang di halte busway tersebut.

Ya sudah. Saya biarkan saja. Seminggu kemudian, ternyata halte dukuh atas sudah pakai. Tapi tidak dua-duannya. Sekali lagi perangkat yang saya perkirakan GPS Trackingnya gak akurat.

*Dan mungkin ini salah satu alasan kenapa monitor tadi tidak dipasang di halte busway Harmoni. :D*

Sempat terpikirkan, bahwa kalau pengelola buswa baik itu pemerintah atau swasta belum siap dengan teknologi, jangan dipakai dulu. Percuma buat saya. Para bos baik itu pengelola ataupun pengamat dalam setiap wawancara atau pernyataan selalu bilang IT, IT, IT.

Lhah, tapi kalau hasilnya seperti GPS Traffic yang akurat bagaimana?.

Lalu saya, iseng-iseng bua Google Play di perangkat Android. Ketemulah yang namnya aplikasi CCTV Transjakarta. Saya Instal, dan beginilah hasilnya. Begitu buka aplikasinya akan terpasang gambar ini

Screenshot_2013-01-09-10-54-17

Saya memilih halte Dukuh atas

Screenshot_2013-01-09-10-54-36

Dan hasilnya cuma agmbar Windows XP😦

Screenshot_2013-01-09-10-55-23

Saya berpindah ke aplikasi CCTV Transjakarta di halte Karet. Dan ini hasilnya

Screenshot_2013-01-09-10-55-51

Jeng-jeng!! Tahun 2012!

Okelah, ini mungkin bagian dari tahap awal pengelolaan transportasi Busway di bawah gubernur dan Wakil Gubernur Jokowi-Ahok. Tapi, sekali lagi pemanfaatan teknologi dibuat untuk memudahkan manusia, bukan untuk hanya sekedar gaya-gayaan.

Alangkah lebih baiknya dari pada pasang screen tadi, halte busway yang diperbesar terlebih dahulu. Atau bus-busnya dirawat, atau memang semua busway diganti dengan busway gandeng. Sebagai masyrakat yang menggunakan Busway sebagai sarana transportasi-tasinya secara 98%, alangkah bijaknya jika pemanfaatan teknologi dibuat secara bijak, sehingga masyrakat yang menggunakannya pun juga mampu menerimanya dengan cerdas.

Misalkan jika nomor bus dan waktu tiba kedatangannya tidak tepat, yang dibuat gelisah siapa?. Calon penumpang. Calon penumpang yang sudah lama menunggu dengan posisi berdiri, tentunya letih. Letih ini bisa membuat para calon penumpang berdesak-desakan masuk ke busway ketika si bus telah datang.

Bagaimana mengontrol para calon penumpang ini?. Padahal petugas Busway selalu berteriak-teriak ” Jangan dorong-dorong ya!!” kepada para calon penumpang.

Satu ketidatepatan tentang pemanfaatan teknologi bisa mengubah alur konvensional kehidupan masyarakat, untuk hal ini khususnya Busway dan pengguna Busway.

Siap atau tidak?.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s