Mahisasuramardini (Bagian 1)

Jelang senja, suasana halte busway sentral harmoni penuh sesak. Yang datang dan pergi jadi satu. mereka mengipas-ngipas untuk menhilangkan hawa panas. Ada juga yang sedang utak-atik smartphone, mereka, ada juga yang ngedumel mengutuk busway lama sekali datang pada saat itu.

Seseorang pria baru saja menurunkan kakinya di halte Harmoni, ingin berganti jurusan pulang ke kosanya. Ia mencari antrian menuju Ragunan “biar ekspress,” gumamnya dalam hati. 10 menit bus arah Ragunan tak kunjung datang, ia beralih ke bus gandeng baru, yang punya ac lebih baik. “Nanti juga bisa turun di dukuh atas”, pikirnya.

Bus jurusan Kota-Blok M hari itu terlihat sepi, sesampainya di halte Monas, masih ada bangku kosong yang bisa diduduki penumpang. Sesampainya di halte Sarinah, barulah terlihat banyaknya penumpang, mereka mulai berdesakan. Tapi karena bus yang panjang, dan masih ada kursi kosong, para penumpang masih bisa menikmati sedikit layanan dari busway ini.

Bruk! tiba-tiba seorang wanita jatuh di pintu tengah busway. Sang pria memperhatikan untuk sesaat. Tidak ada penumpang lain yag peduli, khas Jakarta!. Buru-buru sia Pria menghampiri si wanita. Ia memberikan jaketnya untuk menutupi bagian kaki si wanita. Busaway berhenti mendadak, yang membuat penumpang yang sedang berdiri bergeser posisinya sambil memegang gantungan yang disediakan.

Petugas busway menghampiri dan bertanya ke pria tersebut ” Kenapa mas?”. Si Pria menggeleng tidak tahu apa yang terjadi.

“Coba buka tasnya mbak, cari tau data dirinya.” ujar si Pria tadi. Sembari merogoh tas wanita yang pingsan dari petugas busway, si pria memotret wajah, mengirimkan datanya lewat smartphone dan mengirimkannya ke seorang teman yang punya teknologi untuk mengetahui data seseorang secara cepat.

“Ini.” ujar petugas busway menunjukkan sebuah ktp dengan alamat jelas, tapi tanpa nomor telepon yang bisa dihubungi. Sementara itu satu perangkat BlackBerry yang ada di dalam genggaman si wanita pingsan tersebut tidak bisa digunakan, menggunakan password!.

Si pria masih asik mengecek smartphonenya menunggu data lengkap, keluarga, pacar atau suami atau siapa sajalah yang bisa dihubungi untuk membawa pulang wanita tersebut dan mendapatkan perawatan yang lebih baik.

Sebuah notifikasi masuk pada smartphone si pria, ia melihat dengan jeli dan detail, nama, alamat, tanggal lahir hingga nomor telepon yang bisa dihubungi. Ia beralih ke petugas busway untuk melihat ktp tadi untuk mencocokkan data yang ia punya di smartphone dan ktp.

Mahisasuramardini, namanya.

Bersambung…

7 tanggapan untuk “Mahisasuramardini (Bagian 1)

  1. transjakarta, salah satu tempat yg diminta sbg petunjuk arah.. kemanakah arah itu?? akankah bertemu di halte ini? #kode

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s