Melewati Lombok Utara

Demi entah apa yang sedang saya lakukan ini, saya mulai mengelilingi Nusa Tenggara Barat, atau yang lebih dikenal dengan Lombok. Setelah hanya bermain-bermain di sekitar kota Mataram, kali ini saya memulai melewati  jalanan serta menuju Lombok Utara.

Demi kesenangan semua orang, okelah ! .

Dalam perjalanan saya ditemani dua orang, Hendrik dan Pak Ade. Saya tidak ingat bagaimana dan seperti proses jalan menuju kesana. Hal ini dikarenakan saya adalah golongan Newbie, dan tentunya tidak hafal dengan jalanan Lombok.

WP_20140316_8783

Jalanan menuju Lombok Utara ini sempat membuat saya kaget, karena ada banyak monyet di pinggr jalan.  *Ini monyet beneran lhoh ya*😀

Mereka dibiarkan lepas begitu saja di jalanan. Uniknya, monyet ini tidak menganggu pengendara yang sedang melintasi jalanan. Monyet-monyet ini berasal dari Hutan Pusuk, sebuah kawasan yang masih terjaga alaminya. Jalanan yang membentang di kawasan Hutan Pusuk ini mengingatkan saya akan kelok ampek-ampek Payakumbuh Sumatera Barat. Meskipun tidak sebanyak tikungan tajam milik Payakumbuh , namun tikungan tajam dan tanjakan serta turunan juga ada di kawasan Hutan Pusuk. Pohon tinggi dan bebatuan serta jurang akan menemani siapa saja yang melewati kawasan ini. Berhati-hatilah saat berkendara ya !

Maaf gak punya foto-foto saat berada di kawasan ini. Karena kami harus melaju dengan cepat. Dan sensor Carl Zeis yang ada pada perangkat ponsel saya tidak bisa menangkan gambar saat sedang bergerak cepat. *Meskipun sebenarnya bisa diatur sik kameranya*😀

Selepas melewati Hutan pusuk, saya menemukan sebuah air terjun Tiu Kelep terpampang pada sebuah gapura di kanan jalan. Namanya juga lewat, jadi gak mampir. Selanjutnya saya melihat nuansa sawah dan kawasan berbukit di sebelah kiri dan kanan jalan. Sejuk.

WP_20140316_2365 WP_20140316_6517

Mengingatkan saya akan kawasan Bantul, Yogyakarta, dimana lingkungan asri mereka masih terjaga dengan baik. Sawah bercampur dengan rumah-rumah warga, selain itu pohon-pohon rindang pun menyejukkan suasana. Dan aku suka.🙂

Saya agak terkaget ketika saya melihat sebuah pantai yang seperti bercampur dengan laut lepas. Saya bertanya kepada dua teman, apa nama pantai tersebut. Ternyata dua teman saya yang sudah setahun berada di Lombok dalam rangka tugas kerjanya ini pun tidak tahu. Namun, saya bertanya kepada warga sekitar saat saya mampir untuk buang air kecil. Mereka memberi nama pantai ini Gondang.

WP_20140316_10_05_53_Pro

Tidak terlalu ramai seperti pantai Gili atau Senggigi yang lebih dikenal masyarakat lainnya jika menyebut nama Lombok. Namun pantai yang pasirnya tidak terlalu putih ini bagus buat kamu yang sedang merenung, mencari inspirasi atau sedang memerankan karakter melankolis tak terselematkan. Pinngir pantai ini ada juga warung-warung yang menyediakan beragam minuman ringan, ada pula SPBU, hingga beberapa tempat penginapan.

Saat melintasi pantai Gondang ini saya hanya melihat beberapa keluarga yang sedang mandi-mandi di Pantai ini. Ada juga nelayan-nelayan yang sedang mencoba peruntungannya mendapatkan ikan untuk dijual di pasar terdekat.

Saya mulai menikmati keindahan wisata Lombok tampaknya, meskipun belum sepenuhnya menjelajahi Lombok Utara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s