Gelisah Revolusi Mental

Weiii, udah pada bosan belum sama Capres-capresan? Saya berharap jangan bosan, karena disanalah kita bisa belajar bagaimana menghargai dan menerima perbedaan.

Sebelum ngelanjutin tulisan ini saya pengen menjelaskan bahwa saya bukanlah bagian dari tim relawan, konsultan politik, konsultan Brand politik, digital agency politik hingga tim hore-horean Capres manapun!

Namun, beginilah ceritanya…

Pada suatu momen, salah satu Capres yaitu Mz Mas Jokowi diwawancara sama salah satu stasiun televisi swasta tentang perubahan yang akan dilakukan jika ia terpilih. Jawaban beliau adalah “Revolusi Mental.”

Sumber : Merdeka.com
Sumber : Merdeka.com

Sontak saja hal ini menjadi pembicaraan banyak orang. Yup, terlepas dari apa pun kepentingannya, Revolusi ini memang sangat penting, namun ongkosnya mahal sob. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) salah satu maksud dari Revolusi adalah perubahan ketatanegaraan yang dilakukan dengan kekerasan. Masa mau revolusi kek negara tetangga? Ongkosnya mahal sih emang.😛

Bagaimana dengan Revolusi Mental ini? Ah, udah gak jaman kelleus pake kekerasan. Satu hal yang saya salut dari Jokowi, beliau sudah memikirkan hal ini dengan sangat matang. Salah satunya adalah dengan mulai melakukan Revolusi Mental sejak masa sekolah, dengan menghadirkan kualitas pendidikan yang lebih baik.

Menurut ke sotoy an saya, ini adalah program jangka panjang untuk masa depan Republik yang bernama Indonesia sob. Mas Jokowi mungkin sudah gelisah dengan kondisi para generasi sekarang, susah berubah begitu diajak yang baik-baik. Mungkin beliau berkaca dengan apa yang ada di Jakarta ini.

*Aku pun gelisah*

Kira-kira sebuah cuit dari selebtwitt travel melalui akun Twitternya  ini bisa menjadi ilustrasi revolusi mental.  *Typo sik dianya*😀

IMG_20140604_132444

Mental? Yes!

Ilustrasi ini adalah bagian Revolusi mental yang paling sederhana sob. Namun saya ndak tega ngeliat mz mas Jokowi ini mikul sendiri ucapan Revolusi Mental. Entah nanti mentri-mentrinya, staf atau mungkin yang lain-lainnya. Karena itulah sob, mari kita bantu beliau ini dengan revolusi mental diri sendiri terlebih dahulu serta lingkungan terdekat, karena jelas pekerjaan Revolusi mental yang dikemukakan mas Jok ini akan dimulai dari sekolah-sekolah sob.

1. Diri sendiri. Berdasarkan sotoy saya ini mental pada diri sendiri dan saya terjemahkan dalam bahasa keren sekarang, attitude. Saya memang bermental buruk, pernah disentil kayak yang begini. Saya ndak malu untuk mengakuinya, karena katanya “Berani jujur itu hebat.” Kemudian, apakah saya harus mempertontonkan bahwa saya sudah merevolusi mental saya?

Ah, ndak perlu itu. Cukup lingkungan saya yang akan melihat dan mengetahuinya seperti apakah hasil perubahan Revolusi Mental, karena jika ingin perubahan saya ndak bisa melakukannya sendiri. Saya butuh kamu, kamu, dan kalian semua.

2. Lingkungan. Lingkungan apa yang paling terdekat? Keluarga? Oke!

a. Berdasarkan norma-norma dan adab sebuah Republik, keluarga adalah hal yang masih tabu untuk diungkapkan rahasianya kepada orang lain, namun pasti adalah satu atau dua mental yang mlengse dan perlu direvolusi. Oke, saya mengerti, namun hal-hal revolusi mental terhadap keluarga ini akan menjadi tanggung jawab kita sendiri untuk memulainya, namun jangan lupa revolusi mental diri sendiri dulu yak!😀

b. Lingkungan kerja. Saya akan bagi dua, yang satu curhatan temen saya liwat Whatsapp dan satunya lagi… ah tunggu aja deh.

– Teman saya yang bekerja di Kementrian di sebuah Republik mengungkapkan ada temannya yang jahil sob. Cerita ini sudah terlalu sering dan basi bagi sebagian orang, namun dari lingkungan kerja kita juga bisa memulai revolusi mental ini sob. Ternyata teman saya punya teman yang mengorbankan teman-teman dalam satu kelompoknya, demi keuntungan sendiri. Oh man, ini sebenarnya bukan hal baru, malahan banyak.

Ada juga yang ndak mau diajak kongsi-kongsi dan hore-horean kemudian ditinggalin. Ada. Hal kayak gini perlu direvolusi juga mentalnya agar tidak merugikan hak banyak orang disekitar.

– Ini satu lagi. Cuwit seseorang yang saya ikuti linimasanya di Twitter. Dia seorang wartawan, yang menurut saya masih sangat independent dalam menyuarakan pendapatnya.

IMG_20140604_132515Saya setuju dengan pendapat ini. Apa sih yang masyarakat bisa dapatkan nanti setelah hadirnya presiden terpilih. Jobs, alias pekerjaan adalah isu yang sangat sensitif sob.  Silahkan klik data BPS ini. Tahun 2013 saja terjadi peningkatan pengangguran. Namun menurut pendapat BPS juga pada tahun 2014 ini angka pengangguran menurun. Tahun 2013 ini angka pengangguran itu sekitar 7,39 juta orang dan diperkirakan menurun 7,24 juta orang. Ah dikit amat ya? Bagaimana nasib sekitar 7 juta orang lainnya? Apakah mereka tidak memiliki hak untuk hidup sejahtera dan layak sob? Entah itu kategorinya mendapatkan pekerjaan atau menjadi wirausaha.

Lalu bagaimana revolusi mental menolong mereka? Caranya menurut sotoy saya ini sederhana. Kasih mereka kesempatan! entah itu untuk bekerja atau membuka usaha. Janganlah lagi ruang mereka dipersempit dengan praktek kolusi dan nepotisme sob. Misalnya, “oh karena dia teman si ini, oh dia itu teman si itu”. No! Menurut saya itu sama dengan membunuh hak orang lain.

Lalu apa bedanya kita dengan si Capres yang dituduh sudah mengakui melakukan kejahatan HAM (Hak Asazi Manusia) dengan menghilangkan nyawa 13 orang aktivis pada tahun 1998 sob?

Sederhana banget rasanya kalau nulis kek beginian sob, prakteknya? Rada-rada sulit.😀

Namun dari semua itu sob, rasanya ndak perlu nunggu mas Jokowi jadi Presiden. Kita bisa memulainya sendiri kok sob. Tularkan semangat revolusi mental ini, bukan cuma lewat tagar #Gerakan atau #SaveSavean doang sob. Dan tentunya alangkah lebih baik jika mas Jokowi nantinya benar-benar menjadi presiden dan sungguh-sungguh menerapkan revolusi mental sesuai dengan yang beliau ucapkan.

Sekarang mari kita berkaca dan menyanyikan lagu Justin Timberlake – Mirrors bertanya apakah kita mau melakukan revolusi mental?

Semoga dan kita tidak harus gelisah revolusi mental ya sob.

Note: Saya tidak mengharuskan kawan-kawan skalian untuk memilih Capres tertentu. Dua-duanya pasti punya plus minus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s