Ketemu Warkop di Bandung

Entah udah berapa kali ke Bandung, meskipun sebenanrya bisa dihitung pakai jari sih. Pertama kali ke Bandung itu tahun 2008. Bantuin kerjaannya kampus waktu itu. Tapi semenjak di Jakarta per 2010, saya baru tiga kali ke Bandung dengan ongkos sendiri dan satu kali dibayarin sama operator Telco buat motret.

Terakhir, saya ke Bandung berangkatnya H- 10 jam sebelum keberangkatan. Jadi pesan tiket ndadak, dan pesen kamar buat nginap juga ndadak. Semuanya tentu saja berkat sebuah aplikasi. Iya, aplikasi yang itu.

Jujur, saya lupa bulan apa ke Bandungnya. Dan akhirnya, seperti biasa, motret. Gak cuma asal motret, karena saya mencoba untuk mempelajari angkot di Bandung sehingga dua kali nyasar (sebelum akhirnya memutuskan pakai jasa ojek online).

img_0231

Bandung memang dikenal sebagai tempat nongkrongnya, salah satunya adalah Coffee Shop. Tapi saya memilih untuk nongkrong di tempat yang jauh dari pusat kota, dari kebisingan kendaraan yang jumlahnya hampir sama dengan di Jakarta. Akhirnya, saya beranjak ke daerah Setiabudhi, Bandung.

Belum pernah sama sekali kesana. Jadi benar-benar ndak tahu sebenarnya mau ngapain. Ternyata, Setiabudhi Bandung itu daerah yang elit. Banyak perumahan disana, dan tampaknya rang kaya yang tinggal disana. Menelusuri perumahan di sekitar, akhirnya saya menemukan sebuah warung. Warung yang bisa dibilang juga sebagai Coffee Shop.

Namanya Warkop Modjok, alias Warung kopi Modjok. Bukan, bukan. Sepertinya ini bukan warung Modjok yang berasal dari media non-mainstream itu. Warung Modjok yang ini berlokasi di Perumahan Pondok Hijau Indah Bandung.

img_0230

Bayangkan coba warkop di perumahan! Gak usah dibayangkan juga sih, karena tempat ini benar-benar asik dan nyaman. Lingkungannya masih asri. Di seberang warkop ini terdapat semacam hutan kota yang dikelilingi dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi.

Okelah, karena itu hari bukan hari libur saya pikir warkop ini sepi. Ternyata tidak! Cukup ramai sahaja. Kebetulan saya datangnya siang, jadi sekalian pengen makan siang di tengah udara Bandung yang asri, setidaknya saat itu, masih sejuk dan asri.

Saya pesen siomay dan kopi gayo saat itu. Menu sederhana saja, dan rasanya memang benar-benar sederhana. Hanya saja menurut saya tempatnya memang benar-benar menjual. Ketika matahari perlahan-lahan muncul di siang itu, Warkop ini tetap saja sejuk rasanya.

Pemandangannya asik buat baca buku atau sekedar memotret dengan kamera analog saya. Kenapa? Karena di tempat in itidak ada Wi-Fi gratis. Jadi silahkan, kalau maca buku, paling nanti akan ada satu atau dua kupu-kupu yang bertebaran. Sesekali semilir angin menyapa sejuk.

Atau buat ngobrol-ngobrol juga asik ini.

Disana saya bertemu dengan tamu-tamu yang saat itu datang ke Warkop ini. Sepertinya dari Jakarta. Entahlah mungkin mereka lagi cuti atau memang bolos. Rata-rata berkelompok, mungkin lelah dengan Jakarta yang cuma gitu-gitu aja.

img_0227

Sesekali saya melihat banyak yang swafoto baik dengan kamera ponsel pintarnya atau menggunakan semacam Y-cam atau GoPro.

Lingkungannnya cukup luas. Meja-meja kayunya dibuat sederhana saja. Kursinya pun begitu. Bahkan untuk membuatnya tampil cantik, dekorasi-dekorasi di sekitar meja atau kursi ditambahkan dengan drum bekas yang tidak terpakai.

img_0226

Rumput-rumput setinggi mata kaki dan bunga-bunga yang cantik menjadikan beberapa serangga hingga di tempat ini. Tenang saja mereka tidak mengigit.

Sesekali saya melihat ke arah jalanan, bertemu dengan pengendara kendaraan bermotor baik roda dua atau roda empat yang selalu menoleh ke Warkop Modjok ini.

Tempat ini juga asik untuk melamun, sampai akhirnya sebuah panggilan masuk dari ponsel saya yang membuyarkan lamunan, namun membuatnya tertinggal di dalam ingatan.

 

Note: Mau lihat foto-foto lainnya? Ikuti Instagram saya 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s