Cerita dari “De Oranye”

Entah kenapa pada banyak yang omongin tentang pasukan Oranye a.k.a petugas kebersihan DKI yang dibekali seragam oranye, sehingga kebiasaan latah masyarakat Indonesia yang langsung menyebutkannya sebagai pasukan oranye sekarang. Baru ada simpati, XL, AS, IM3 hanya ketika lagi ada keusahan. Gitu?

Pada suatu pagi buta, sekitar setengah enam pagi, saya melihat satu tempat pembuangan sampah yang teronggok di pinggir jalan. Membuat saya bertanya-tanya, jam berapa mereka mulai bekerja sebenarnya?

04490017

Karena sependek pengetahuan saya pasukan Oranye sudah ada sejak dulu. Lebih tegas dan baru bermunculan ke permukaan bumi mungkin karena Koh Ahok pengen ada bentuk kerja nyata yang cuma dipertontonkan di muka umum saja, melainkan ada hasilnya.

Nah! Karena lagi rame pasukan Oranye ini, maka saya tulis juga di blog ini. Saya mulai tertarik dengan pasukan Oranye adalah ketika pada suatu sore menjelang malam saya melihat sekumpulan orang-orang dengan seragam oranye ini berusaha membereskan genangan air yang sebenarnya tidak banyak dan justru tidak menganggu lalu lintas saat itu.
Hal lainnya yang membuat saya tertarik pada malam di dekat komplek rumah di sekitaran Jakarta Selatan adalah mereka melakukan pengecatan dinding yang bentuknya sudah amburadul. Entah apa maksudnya.

Namun ya itu, pasukan oranye ini tidak hanya berbicara hal-hal substansi tentang apa yang mereka kerjakan. Tapi ada hasilnya. Iya, ada hasilnya! Dibandingkan dinas-dinas lain yang sebenarnya justru gak ada hasilnya. Ada yang pakai tagar #BeraniBerubah  segala, tanpa saya tahu dan mengerti apa yang akan mereka ubah sebenarnya. Iya, karena saya gak lihat hasilnya, dan perbedaanya.

Hal ini jutru berbanding terbalik dengan pasukan oranye. Usaha mereka untuk mengubah sesuatu menjadi lebih baik, benar-benar nyata dan yang paling penting hasilnya ada. Meskipun sebenarnya ada kendala-kendala yang terjadi di lapangan dan masuk dalam kategori wajar.

Bahkan, ketika saya berkunjung ke Jakarta pada saat demo-demoan kemarin itu, para petugas Oranye ini yang membersihkan jalanan Ibukota yang paling masyhur, di saat cuaca masih rintik-rintik hujan yang menyebabkan bentuk jalan menjadi kotor.

05090023

Setidaknya, yang saya salut dari dinas-dinas pemprov hingga saat ini ya cuma Dinas Kebersihan. Mulai dari pagi buta, bahkan sesekali saya melihat mereka bekerja di malam hari membuat mereka benar-benar kerja.

Dari informasi yang saya himpun, bahkan individu-individu pasukan oranye ini pun berasal dari tempat-tempat tertentu dan lebih konkrit berdasarkan RT/RW yang tersedia di jakarta.

05090001

Apa pun permasalahan yang kalian hadapi sekarang, saya percaya pasukan Oranye adalah satu-satunya bentuk kerja nyata yang terlihat, setidaknya hingga saat ini. Jadi, saya sarankan kepada pihak-pihak yang aneh-aneh, hambok di rem dulu kepentingannya. Sampeyan yang aneh-aneh ini bisa bayar individu di luar petugas dinas kebersihan untuk negebersihan rumah, atau komplek perumahan dan segala macamnya.

Gimana dengan masyarakat lainnya? Menurut saya dengan adanya pasukan Oranye ini warga secara perlahan diajak berpartisipasi untuk membersihkan lingkungannya sendiri. Jadi, lebih ada kesinambungan sebuah praktik retorika dan hasil yang diwujudkan dengan nyata.

Kalau bisa lebih baik lagi, justru yang namanya Smart City itu dimulai dari hal-hal sederhana yang kayak gini. Ngajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi, bukan cuma modal pakai teknologi, pakai app, dan lapor-lapor segala.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s