Tips Traveling Dengan Kamera Analog

Cuti adalah masa membahagiakan bagi para pekerja kelas menengah, atas hingga bawah. Begitu juga bagi para Pria atau pun Wanita. Cuti adalah surga.

IMG_0288

Ah, entahlah, yang pasti cuti dan cuma nongkrong doang di rumah gak asik. Cuti itu identik juga dengan liburan. Liburan pun sangat dekat yang namanya dengan foto. Entah nanti dicetak 4X6 atau di post melalui media sosial macam Instagram, Path, Twitter atau sesuka para warga net ( sebutan baru untuk netizen).

Beberapa bulan yang lalu pun saya begitu. Mengajukan cuti, dan kemudian berlibur ke beberapa tempat, seperti Pulau Dewata dan Magelang. Tujuannya sederhana, cuma pengen liat sawah, dan tentu saja foto-foto.

Bersama foto-foto ini pula saya menampilkannya di Instagram menggunakan kamera analog. Ya! Kamera analog yang kata sebagian orang memang sudha ketinggalan zaman, gak sekeren kamera Mirrorless jaman sekarang atau kamera DLSR lainnya.

Sedikit saja, sebagai pembuka, pegiat kamera analog ini sudah semakin banyak di Indonesia. Mulai dari yang di lever senior banget, mid-lever senior, hingga anak-anak muda yang katanya berasal dari generasi Z.

Faktanya, saya melihat ini dari dua bazar Lowlight yang diadakan bang Jellyplaground sebagai salah satu motor penggunaaan kamera analog dan komunitasnya di Indonesia.

Ah, sudah langsung saja! Bagi kalian yang punya kamera analog, baik itu beli dari tangan kedua, ketiga, keempat atau dari peninggalan orang tua yang sudah tidak terpakai lagi dan belum dijual di toko online dan pengen dibawa untuk foto-foto liburan, mesti ikutin tips dari saya berikut ini:

1. Cek kamera dan baterai
Seperti biasa, kamera analog itu sudah tua. Apa pun jenis benda, baik itu hidup atau mati kalau sudah tua mesti dirawat dengan baik. Jadi, jika kamu berencana untuk membawa kamera analog untuk liburan dan digunakan sebagai penangkapan objek foto, pastikan dulu kondisi kamera benar-benar dalam kondisi baik.

Shutter, lensa, hingga viewfinder harus dalam kondisi yang nayaman untuk digunakan. Selain itu juga persiapkan juga baterai cadangan sebelum berangkat.

2. Tes dulu
Setelah memeriksa kamera, apakah layak diajak untuk mengarungi liburan, dan mumpung waktu cuti masih cukup panjang, gak ada salahnya untuk menguji dulu kamera tersebut.

Gunakan roll film expired untuk memastikan semua fungsi kamera sudah sesuai dengan yang kamu inginkan serta nyaman saat digunakan.

Jika sempat, kamu bisa develop film expired tersebut terlebih dahulu untuk mengetahui plus minus dari kamera analog yang kamu gunakan. Jika kamu merasa belum fasih menggunakan kamrea analog dan masih dalam tahap belajar, cara ini setidaknya ampuh untuk mengukur pemahaman dan penggunaan kamera analog yang kamu miliki.

Untitled

3. Bawa lebih roll film
Ini yang paling penting. Jika berencana cuti untuk liburan dalam jangka waktu yang sangat lama, pastikan kamu memiliki roll film setidaknya, tiga atau empat roll. Nah! Jangan sampai kejadian seperti saya kemarin yang cuma bawa dua roll film, hasilnya pas jelajah sana-sini ternyata habisnya cepat!

Apalagi seperti yang kita ketahui atau belum kamu ketahui bahwasanya satu roll berisi 24 dan 36 strip film. Artinya, kamu punya kesempatan untuk memotret 36 gambar dari satu roll yang digunakan. Hal ini berlaku untuk roll film berwarna atau pun roll film yang hitam putih.

Mereknya pun macam-macam, mulai dari Kodak, Agva, Fuji Color, hingga Ilford bagi penggemar foto hitam putih.

Intinya, kalau kamu lagi traveling dan bawa kamera analog, jangan lupa untuk menyiapkan roll yang banyak.

4. Jangan ngelamun dan selalu lakukan pengaturan kamera
Melihat pemandangan yang indah di sana-sini akan membuat kamu terkesima, dan bisa-bisa membuat kamu lupa mengatur kamera analog. Namanya saja kamera analog, semuanya harus diutak-atik dahulu sebelum memotret.

Jadi, jangan lupa untuk selalu memperhatikan pengaturan kamera untuk mengambil gambar yang berbeda-beda di setiap momennya. Jika tidak, bisa-bisa hasil gambar kamu menjadi tidak sempurna.

Itu aja dulu. Dah aah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s